Tahun 1983. Tepat 40 tahun silam, film Risky Business dari sutradara debutan, Paul Brickman, dirilis. Dan seorang bintang pun dilahirkan.
Sebagai Joel Goodson yang merupakan contoh teladan anak muda Amerika, Tom memerankan sosok tersebut dengan cemerlang. Tapi Joel tentu saja anak muda sebagaimana mestinya, yang juga bisa tergelincir pada perempuan panggilan dan membuat serangkaian keputusan demi keputusan yang salah. Di tangan Tom dengan pengalaman berakting minimal, peran itu dibawakannya dengan maksimal dan membuat karismanya berpendar di layar.
Dan setelahnya berturut-turut kita melihat dalam sejumlah penampilan mengesankan mulai dari Top Gun [1986] yang ikonik, berdampingan dengan aktor watak, Dustin Hoffman, di Rain Man [1988] hingga berperan sebagai veteran perang dalam Born on the Fourth of July [1990} yang memberi nomine Oscar pertamanya. Sejauh ini Tom sudah dinominasikan sebanyak 3 kali di kategori akting namun belum beruntung membawa 1 piala pun.
Dalam setiap penampilannya dengan variasi genre dari drama, komedi romantis hingga aksi bertegangan tinggi, Tom selalu menampilkan pertunjukan nan memukau. Sebagai aktor, ia begitu menghormati penonton bioskop dengan konsisten memberikan penampilan terbaik. Dan setelah berkarir lebih dari 4 dekade sebagai aktor, kita boleh bilang bahwa “Tom Cruise adalah sebuah pertunjukan”.
Bisa jadi Tom sendiri meyakini hal itu dalam hatinya dan mewujudkan dalam pekerjaannya terutama ketika ia mulai didaulat sebagai agen spionase super tangguh yang tak bisa mati, Ethan Hunt. Dalam setiap penampilannya, Tom selalu menaikkan level of spectacle dari setiap jilid Mission Impossible yang dirilis sejak 1996. Dan kita selalu bisa dibuat terperangah menyaksikan kegilaan demi kegilaan yang disajikan Tom di layar besar.
Termasuk di Mission Impossible: Dead Reckoning. Di usianya yang tak lagi muda, Tom tak berusaha menyembunyikan kerutan demi kerutan yang semakin sulit ditutupi di wajahnya. Tom juga semakin tahu diri untuk tak menghabiskan durasi film untuk menampilkan romantisme dirinya dengan lawan mainnya. Yang Tom paling tahu adalah kewajibannya untuk menampilkan pertunjukan spektakuler. Lupakan cerita yang standar dan bersiaplah menikmati ketegangan demi ketegangan yang tersaji sepanjang 2 jam 45 menit.
Kali ini Ethan Hunt berurusan dengan kekuatan besar tak kasat mata berupa kecerdasan artifisal. Musuh timnya bukan lagi sekedar milyuner yang ingin menghancurkan perdamaian dunia atau sebuah negara yang tak sabar ingin memulai perang nuklir. Dan selalu ada musuh dalam selimut di setiap misi. Pemerintahan yang ingin menguasai kecerdasan artifisial tersebut sepenuhnya, pedagang senjata rakus yang ingin mengambil bagian di dalam kekacauan ini dan Ethan selalu terjebak di tengah-tengahnya.
Di jilid terbaru Mission Impossible, kita disegarkan dengan penampilan menarik dari bintang asal Inggris, Hayley Atwell. Sekilas sosoknya memang mirip dengan mantan istri Ethan yang harus diikhlaskannya menjalani kehidupan baru tanpa dirinya. Dan percikan-percikan rasa juga sempat berpendar di layar berkat reaksi kimiawi yang pas antara Tom dan Hayley.
Hayley menjadi Grace yang terperangkap di tengah kekacauan, bukan karena ia adalah sosok tak berdosa, justru karena ia ingin mengambil keuntungan dari kekacauan itu. Dan seperti yang sudah bisa kita duga, Hayley tak lagi sekedar berurusan dengan kunci misterius yang mesti dicari pasangannya, ia juga harus berurusan dengan banyak orang yang menginginkan kunci tersebut dan sama sekali tak peduli dengan keselamatannya.
Maka Ethan menjadi penyelamat Grace dan kita melihat keduanya bahu membahu membuat Mission Impossible: Dead Reckoning lebih dari sekedar aksi gila-gilaan. Tapi kita memang masih bisa terpukau dengan ketidakwarasan Ethan memacu motornya kencang-kencang demi bisa melambung tinggi ke langit dan mendaratkan parasut di atas kereta api yang tengah berjalan. Dan seperti masih tak cukup, pertunjukan itu masih ditambah dengan kereta api berpenumpang banyak yang mesti melintas di sebuah jembatan yang sudah dipasangi bom.
Tapi aksi bisa habis, kecanggihan spesial efek bisa berulang. Dan setelahnya apa lagi yang akan dijual oleh jilid terbaru Mission Impossible? Ini yang mungkin menjadi PR besar bagi Tom dan tim. Selama ini Mission Impossible selalu dikenang dengan aksinya yang gila-gilaan dan tak tertandingi, mungkin sudah waktunya di masa datang, jilid terbaru juga mulai mengelaborasi cerita-cerita segar dan menarik dan belum pernah dikisahkan kepada generasi baru penonton bioskop.
Kita tahu Tom Cruise dan Mission Impossible adalah sebuah pertunjukan megah tak tertandingi. Tapi kita pun tahu jika sekedar menjadikannya pertunjukan tanpa hati maka jilid demi jilid berikutnya akan ditinggalkan penonton bioskop. Dan karena kita masih mencintai Tom dan Ethan, mari berharap bahwa Mission Impossible akan kembali dengan pertunjukan lebih spektakuler dengan hati yang besar.
MISSION IMPOSSIBLE: DEAD RECKONING
Produser: Tom Cruise, Christopher McQuarrie
Sutradara: Christopher McQuarrie
Penulis Skenario: Erik Jendresen, Christopher McQuarrie
Pemain: Tom Cruise, Hayley Atwell, Esai Morales

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://www.resensi.my.id.stoedioportal.com//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY