Tahun 1990. Natal tak akan sama lagi sejak kehadiran film Home Alone. Selain terpesona dengan si bocah kecil lucu nan cerdik, Kevin McCalister, kita juga terkenang dengan dua penjahat paling tidak kompeten sedunia, Harry Lyme dan Marv Murchins.
Sejak itu saya melihat bahwa ternyata dunia komedi dan kriminal bisa digabungkan dalam sebuah cerita yang selain bisa sangat lucu, juga bisa sangat menegangkan. Formula ini lantas banyak diuji coba oleh para pembuat film di seluruh dunia. Yang terbaru kreator Dan Levy dan Rachel Sennott melakukannya untuk serial terbaru di Netflix berjudul Big Mistakes.
Dynamic duo ini mencoba melakukan apa yang dilakukan kreator film Home Alone. Tak sekedar menggabungkan komedi dan kriminal namun masih mencampuradukkannya dengan drama keluarga. Jadilah Big Mistakes bertempo cepat dengan plot utama yang berputar-putar sekitar dua tokoh utamanya dengan segala kecerobohannya malah masuk ke dunia kriminal secara tak sengaja dipadukan dengan sub-plot seputar sang ibu yang mencalonkan diri sebagai walikota.
Dan Levy bermain sebagai Nicky, pastur gay yang menyembunyikan hubungan romantiknya dari para jemaat. Sementara Taylor Ortega bermain sebagai Morgan, adik dari Nicky yang menjadi seorang guru sekolah dasar. Nicky dan Morgan tak pernah akur sejak kecil yang seringkali membuat ibu mereka, Linda [diperankan dengan enerjetik oleh Laurie Metcalf], kehilangan kesabaran. Nicky dan Morgan tak sekedar tak akur, keduanya pun punya kesamaan: sama-sama ceroboh tingkat akut. Maka bayangkan keduanya secara tak sengaja terlibat dengan dunia kriminal dan dengan segala situasi yang terus menantang mereka untuk beradaptasi walau seringkali berjalan di luar dugaan mereka.
Di saat yang bersamaan Linda mencalonkan diri sebagai walikota. Keluarganya sudah tinggal di kota yang mereka tempati sekitar 70 tahun yang membuat Linda merasa perlu berkontribusi lebih banyak. Linda dibantu anak bungsu yang paling dibanggakannya, Natalia, untuk menjalankan kampanye. Berbagai hal terjadi di luar dugaan dan membuat dunia kriminal yang dijalani Nicky dan Morgan bersinggungan dengan kampanye pencalonan walikota ibu mereka. Maka Big Mistakes memasukkan mulai dari isu narkoba, gay hingga politik berjejalan dalam kedelapan episodenya. Untungnya memang Dan dan Rachel tahu betul apa yang sedang mereka tawarkan dan bicarakan yang membuat kita bisa menikmati dan menertawakan segala kecerobohan dan kebodohan yang terus menerus dilakukan Nicky dan Morgan. Kita juga bisa menikmati bagaimana Linda yang selalu bersitegang dengan kedua anaknya itu namun tetap terlihat sangat menyayangi dan peduli dengan mereka.
Yang mungkin terasa hilang dari Big Mistakes adalah kehangatan keluarga. Kita melihat sejak episode awal bagaimana Linda menavigasi perahu keluarganya yang nyaris porak poranda sejak perceraiannya dengan suami sekaligus ayah dari anak-anaknya. Kita tahu Linda berusaha keras menjadi pilar dari keluarganya dengan menjadi ibu tunggal yang tangguh sekaligus menjadi pengusaha sukses yang menjalankan toko perkakas turun temurun yang dimiliki keluarganya. Namun kita jarang sekali melihat Linda berbicara hati ke hati dengan anak-anaknya, memberi nasihat praktis pada Nicky yang sedang gundah dengan hubungan romantisnya yang terungkap ke publik, memberi nasihat praktis pada Morgan yang seringkali mempermasalahkan sesuatu yang sebenarnya tak darurat hanya karena ia cenderung mudah bosan atau memberi nasihat praktis pada Natalie yang cenderung bergantung sepenuhnya pada ibunya. Padahal ada sekitar 240 menit yang dimiliki Big Mistakes [jika menghitung tiap episode butuh sekitar 30 menit] untuk mengobrolkan banyak hal yang masih saling sinkron satu sama lain. Bandingkan dengan serial Shrinking [tayang di Apple TV] dengan durasi yang sama bisa memperlihatkan kehangatan keluarga, juga dinamika hubungan ayah dan menarik yang terus bertumbuh.
Di tengah stagnasi ide cerita hingga tema yang ditawarkan serial-serial lokal, meski tak berkualitas sempurna namun Big Mistakes bisa menjadi sebuah referensi yang menarik. Bahwa kita tak perlu berpatokan pada satu genre, kita bisa melakukan mix-genre, juga bisa membongkar unsur-unsur apa yang belum/masih jarang dimasukkan ke dalamnya dan bisa membuat ceritanya tak sekedar lebih segar namun menjadi lebih menarik. Di tengah semakin banyaknya pilihan yang dimiliki penonton maka eksplorasi ide cerita hingga tema adalah sebuah keniscayaan. Dan perlu sebuah keberanian untuk tak sekedar melakukan eksplorasi namun juga melakukan eksperimen untuk mendapatkan penemuan-penemuan baru.
BIG MISTAKES
Produser: Meredith Mills, Russ Hammonds
Sutradara: Adam Bernstein, Dean Holland, Iain B. MacDonald, Colin Bucksey
Penulis Skenario: Dan Levy, Rachel Sennott, Timothy Greenberg, Etan Frankel, Erin Levy
Pemain: Dan Levy, Taylor Ortega, Laurie Metcalf

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://www.resensi.my.id.stoedioportal.com//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY