Tahun 2021. Di tengah pandemi yang mencekam, saya mengalami depresi setelah didera masalah beruntun. Dan seorang sahabat mengingatkan saya akan kisah Nabi Ayub AS.
Sahabat yang sudah saya anggap seperti kakak sendiri itu bercerita soal masalah demi masalah bertubi-tubi yang menimpa Nabi Ayub. Mulai dari kehilangan harta, umat, didera penyakit hingga kehilangan anak-anak yang dicintainya dan sang istri yang meninggalkannya. Tapi Nabi Ayub tetap tawakal. Ibadahnya justru semakin intens setelah musibah demi musibah menimpanya dan kita bisa belajar banyak hal darinya soal ketabahan dan kesabaran.
Apa yang menimpa Nabi Ayub mau tak mau mengingatkan saya pada apa yang terjadi pada Gunawan, tokoh sentral dalam miniseri Sabtu Bersama Bapak. Miniseri 6 episode yang tayang di Prime Video tersebut juga memperlihatkan bagaimana Gunawan yang terus menerus diuji masalah. Dari ibu yang terkena stroke, kehilangan pekerjaan yang menafkahi diri dan ibunya, kakak durhaka yang hendak menjual rumah tanpa sepengetahuannya hingga perawat ibunya yang menguras seisi rumah yang ditinggalinya. Tapi Gunawan tak gentar, baginya mengurus sang ibu adalah nomor satu. Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: ’An Abi Hurairah radiyallahu ‘anhu qala, ja-a rajulun ila Rasulillahi SAW, faqala Ya Rasulullah: man ahaqqu-nasi bihusni shahabatiy? Qala ummuka. Qala tsumma man? Qala tsumma ummuka. Qala tsumma man? Qala tsumma ummuka. Qala tsumma man? qala tsumma abuka,”. Yang artinya: “Dari Abu Hurairah, dia berkata, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?’ Rasul pun menjawab: ‘Ibumu’. ‘Lalu siapa lagi?’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ibumu’. ‘Siapa lagi’, ‘Ayahmu’.”
Gunawan adalah sebaik-baik seorang anak yang berbakti kepada ibunya. Dan caranya memperlakukan ibunya juga menjadi cerminan dari caranya bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari terutama kepada sesama. Dari bagaimana sikap Gunawan yang diperlihatkannya maka kita tahu bahwa ibunya telah sukses membimbing seorang anak yang akan menjadi penunjuk jalannya ke Surga kelak.
Tapi Sabtu Bersama Bapak tak melulu bercerita soal Gunawan dan ibunya. Sesuai judulnya, miniseri ini memberi porsi yang besar kepada bagaimana Gunawan meninggalkan ajaran-ajaran yang baik kepada kedua anaknya, Satya dan Saka. Gunawan yang terlalu cepat berpulang ketika anak-anaknya masih kecil tak kehilangan akal agar terus bisa membimbing kedua putranya meski ia tak lagi berada di sisi mereka. Video menjadi medium dimana Satya dan Saka tak saja terus berupaya memelihara kenangan dari ayahnya namun juga bisa terus menunggunya dengan tak sabar di setiap hari Sabtu.
Gunawan yang menjadi imam keluarganya juga mewariskan banyak ajaran baik pada istrinya, Itje. Dalam sebuah adegan, Itje yang melihat seorang pegawainya dirundung kesusahan, serta merta ke rumah sakit untuk melunasi tagihan dari ayah si pegawai dan tak ingin diketahui siapapun. Itje yang kini berhijab memperlihatkan kesalehan sosial yang justru tak ingin diperlihatkannya kepada siapapun, apalagi mengumbarnya di media sosial. “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS.Al-Baqarah : 271.
Dan miniseri Sabtu Bersama Bapak memang dijejali banyak sekali nilai-nilai Islami yang dipraktikkan oleh tokoh-tokohnya, tak sekedar diucapkan oleh mereka dan justru membuat nilai-nilai tersebut terasa jauh lebih bermakna. Kita tak sekedar melihat Gunawan yang mengerjakan shalat tapi kita juga melihat bagaimana Gunawan mempraktikkan keislamannya dalam kehidupan sehari-hari. Adhitya Mulya selaku penulis skenario menjejalkan nilai-nilai itu tanpa berniat menceramahi dan sungguh perlu diapresiasi usahanya memperlihatkan bahwa kesalehan sosial jauh lebih penting daripada kesalehan individual. Lebih jauh lagi kita melihat wajah Islam sesungguh-sungguhnya yang selalu bisa kita teladani, yang damai dan penuh kasih melalui Gunawan dan Itje.
Sabtu Bersama Bapak bisa jatuh menjadi ceramah moral yang menyebalkan jika tak berada di tangan sutradara yang tepat. Dan menarik sekali melihat bagaimana Rako Prijanto mengarahkan 6 episode dengan mulus, mengeksekusi skenario Adhitya yang ditulis dengan baik dan membuat aktor-aktrisnya bermain cemerlang. Mungkin saya subyektif menilai Vino G Bastian karena pernah bekerjasama dengannya dalam 2 proyek film namun Vino bisa jadi memang seorang aktor serba bisa. Dulu saya selalu berpikir Vino memang bakal selalu tampak cemerlang ketika bermain di film yang punya unsur komedi, namun setelah Miracle in Cell No 7 tahun lalu dan miniseri Sabtu Bersama Bapak tahun ini, saya tahu Vino bisa menggilas peran apapun. Adegan-adegannya bersama Ibu selalu menyentuh hati, ketulusan Gunawan merawat ibunya terasa hingga ke hati penonton, ketelatenannya mengurus ibunya juga membuat saya yang ditinggal ibu sejak usia 16 tahun selalu merasa trenyuh.
Kredit khusus untuk Elly D Luthan yang memerankan Ibu yang hampir dalam semua adegan tampak minim gerak dan tak bersuara namun mimik wajah hingga sorot matanya bisa menampilkan apa yang dirasakannya. Ketakutan, kegelisahan hingga kerisauannya bisa diwakili dengan begitu lengkap tanpa perlu menggunakan dialog sedikitpun. Bisa dibilang penampilan Elly menjadi salah satu yang terbaik di serial/miniseri lokal sejauh ini.
Kedua anak saya kini berusia lebih tua dari Satya dan Saka kecil. Kelak sembari bercerita soal Nabi Ayub, saya juga akan menonton miniseri “Sabtu Bersama Bapak” bersama keduanya agar mereka bisa belajar soal ketabahan dan kesabaran dari Gunawan.
SABTU BERSAMA BAPAK
Produser: Frederica
Sutradara: Rako Prijanto
Penulis Skenario: Adhitya Mulya
Pemain: Vino G Bastian, Marsha Timothy, Elly D Luthan

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://www.resensi.my.id.stoedioportal.com//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY