Tahun 2003. Rachel Weisz tampil dalam sebuah peran di The Shape of Things. Peran yang sekilas biasa-biasa saja namun pelan-pelan mengubah tone film secara keseluruhan.
Di film The Shape of Things juga muncul Paul Rudd sebagai peran utama. Paul dengan wajah bak bayi tanpa dosa dengan mudah dipermainkan oleh karakter yang diperankan oleh Rachel. Dan sejak itu kita tahu Rachel akan menjadi seorang aktris hebat.
Dan betul saja. 3 tahun setelah The Shape of Things dirilis, Rachel membawa pulang piala Oscar pertamanya dari film besutan Fernando Meirelles berjudul The Constant Gardener.
Salah satu kehebatan Rachel yang mungkin jarang dimiliki oleh aktris seangkatannya adalah kemampuan untuk memainkan peran-peran nyentrik, sinting dan aneh di balik wajah cantiknya namun anehnya kita masih bisa memahami segala motivasi yang dilakukan di balik keeksentrikan itu. Dan di tahun 2023, kita tak hanya melihat 1 Rachel Weisz, tapi sekaligus 2 Rachel Weisz dalam miniseri Dead Ringers.
Dalam miniseri yang tayang di Prime Video tersebut, Rachel memainkan 2 peran sekaligus: ia menjadi kakak beradik kembar identik, sepasang dokter kebidanan bernama Elliot dan Beverly Mantle. Dan bersiaplan untuk menikmati pertunjukan 6 episode dari sebuah eksibisi dengan jangkauan akting luar biasa dari Rachel.
Dead Ringers terinspirasi dari film berjudul sama yang dirilis di tahun 1988 yang dibesut David Cronenberg. Sebuah film yang aneh namun menarik, sesekali menjijikkan namun menarik dan seringkali absurd namun sekali lagi tetap menarik. Versi miniserinya tidak sekedar melakukan copy paste dari filmnya namun melakukan upgrade besar-besaran yang membuat kita bisa lebih memahami sikap dari duo kembar Mantle. Kita diberi kesempatan untuk memahami mereka sebagai dokter yang seringkali ingin bertindak lebih menjadi Tuhan yang menciptakan manusia. Kita dibuat terkesima dengan bagaimana hubungan keduanya yang seringkali harmonis, seringkali berantakan dan seringkali tak terkendali. Dan terutama kita diminta untuk memahami tindakan demi tindakan yang diambil oleh keduanya demi kemajuan dunia kedokteran kebidanan.
Secara fisik Elliot mirip betul dengan Beverly. Tapi perilaku keduanya sungguh berbeda. Elliot meledak-ledak, impulsif, menyebalkan sementara Beverly sebaliknya. Namun di banyak kesempatan, keduanya seringkali bertukar peran hanya untuk menyelamatkan yang lain. Sebagaimana kembar pada umumnya, keduanya sesungguhnya tampil saling melengkapi dan sulit hidup tanpa keberadaan satu sama lain. Tapi akan datang saat di mana keduanya harus menerima kenyataan bahwa keduanya mesti bisa hidup terpisah dan saling memisahkan diri satu sama lain.
Dalam rentang 6 episode kita melihat bagaimana Dead Ringers membangun semesta yang meyakinkan tentang bagaimana duo dokter kebidanan visioner yang sedang bekerja. Keduanya ingin memperbaiki kemungkinan perempuan beroleh keturunan, keduanya ingin memberi kesempatan lebih besar bagi perempuan untuk bisa mengandung anaknya sendiri dan terutama keduanya ingin membangun sebuah pusat layanan di mana kehamilan tak dianggap sebagai penyakit dan perempuan bukanlah pasien.
Disinilah pengembangan signifikan yang dilakukan kreator Alice Birch dari versi filmnya. Miniseri Dead Ringers mencampurbaurkan studi tentang perilaku manusia, soal bagaimana medis seringkali bertabrakan dengan aspek legal dan bisnis dan tak lupa untuk mendudukkannya dalam persoalan yang dialami manusia hari ini. Dan para dokter yang bertanggung jawab berada di tengah-tengahnya sebagai manusia biasa, juga sebagai ilmuwan yang bertanggung jawab untuk memajukan ilmu pengetahuan.
Dan dengan segala kompleksitas itu, Rachel Weisz menjadi pusat dari semesta Dead Ringers. Sulit sekali untuk tak terkagum-kagum melihatnya berpindah peran dengan mulus dari menit ke menit, dibuat takjub ketika menyaksikannya masuk ke tubuh Elliot yang mudah sekali bercinta dengan orang asing jika ia sedang ingin dan kembali dibuat terpukau ketika ia menghuni tubuh Beverly yang menjaga betul perilakunya di depan orang banyak. Kecanggihan berakting level master ini seringkali membuat saya lupa bahwa Elliot dan Beverly diperankan oleh orang yang sama.
Skenario memang memberi ruang luas bagi Rachel untuk bersinar dalam kedua perannya dan juga memberi ruang bagi aktor lain untuk bersinar dengannya. Dan mungkin itulah kecanggihan seorang aktris hebat: ia tak merasa perlu untuk menguasai lampu sorot sendirian, ia berbagi lampu sorot itu dengan sesama aktor/aktris lainnya.
Di Golden Globe tahun depan, saya tak bisa membayangkan jika Rachel tak beroleh nomine dari perannya di Dead Ringers. Dan siapa pula aktor/aktris yang bisa melawan seorang aktris yang bisa memainkan peran ganda dengan sama baiknya?
DEAD RINGERS
Produser: Eric Pascarelli
Sutradara: Sean Durkin, Lauren Wolkstein, Karena Evans, Karyn Kusama
Penulis Skenario: Miriam Battye, Alice Birch, Rachel De-Lahay, Ming Peiffer, Susan Soon He Stanton
Pemain: Rachel Weisz, Britne Oldford, Poppy Liu

![Jalan Yang Jauh, Tak Usah Pulang [Kampung] Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png](https://www.resensi.my.id.stoedioportal.com//asset/foto_berita/Screen_Shot_2026-02-25_at_06_59_56.png)




LEAVE A REPLY